Dua minggu lalu, aku sempat panik dengan suhu badan Jagad yang sore nya baik-baik saja, menginjak malam jadi tinggi.. ya, hampir mendekati 39 C. Ibu mana yang tidak was-was ketika memeluk anaknya kepalanya panas sekali, apalagi ini adalah pengalaman pertama.
Dua orang yang pertama aku hubungi, tentu saja mama dan mama mertuaku. Duh, kalau udah sampai titik "tidak tahu harus apa dan bagaimana", aku pasti menghubungi beliau.
Dikompres, sudah. Diberi pereda demam, juga sudah
Bahkan tubuh Jagad aku usahakan selalu berkeringat, iya..Jagad berkeringat, tapi suhunya tidak turun juga
Malam itu aku benar-benar tidak bisa tidur, banyak pikiran buruk menghantuiku, bahkan sempat menyalahkan diriku sendiri yang hanya memberikan sedikit waktu untuk menemani Jagad.
Pagi hari,
Aku dan mama mertuaku berangkat ke Rumah Sakit tempat Dokter anak langganan kami sedang praktek.
Diperiksa sana sini.. Dokter memberi surat pengantar ke Laboratorium, aduh...Jagad mau diapain ya..kok sampai harus ke Laboratorium pikirku sambil bergegas bersama mama ke Laboratorium.
Hasil Laboratorium keluar,
Hasil tersebut mengharuskan Jagad mengkonsumsi antibiotik dan memakai salep. Sepulang dari Rumah Sakit, mama dan aku segera memberikan obat berwujud puyer itu ke Jagad, aduh.. tidak tega rasanya..dia rewel karena tidak nyaman dengan rasa sakit di badan dan (masih) harus minum obat.
Obat berhasil diminum dan salep juga sudah digunakan dengan segala daya upaya,
Jagad pun tertidur pulas. Alhamdulillah, sore hari suhu tubuh Jagad berangsur pulih, aku pun pulang ke rumah bersama Jagad, semula aku berniat menginap di rumah mama mertuaku, tapi mamaku ingin menemani cucunya di rumah..lagipula mama mertua juga pasti sangat lelah, menemaniku dari pagi hari.
Malam hari, Jagad sudah tidak panas
Senang sekali ketika malam sekitar jam 21.00, suhu tubuh Jagad normal. Tapi harus tetap waspada, Jagad selalu aku beri asupan air putih, susu dan bubur, itu masih dengan upaya paksaan, karena dia sedang radang tenggorakan juga pasti sakit untuk menelan. Ah tak apalah memaksa, daripada di infus, lebih tak tega lagi aku.
Pagi hari berikutnya,
Jagad sudah lebih segar, dia bangun sesuai jadwalnya sekitar kam 05.30, ini tandanya dia sudah sehat. setelah mandi dan sarapan, aku melihat putih-putih di gusi bawahnya, aku raba, kok kasar ya.. setelah aku perhatikan, hei itu adalah calon gigi Jagad.. masih setinggi 1 mm..mungkin kurang sedikit..
Apa mungkin Jagad kemarin demam karena mau tumbuh gigi ya? tapi pengalaman kemarin memberikan hikmah padaku agar tidak panik menghadapi anak yang sedang sakit,semakin aku panik justru tidak akan bisa membantu anakku tenang dan cepat sembuh kan?

Tadi pagi giginya makin keliatan! :) Ponkanku udah punya dua gigi! Bentar lagi bisa makan bakso urat sama Om-nya...
BalasHapus