Kamis, 21 Juli 2011

Mama..aku berjalan sendiri

27 Juni 2011, Alhamdulilah Jagad sudah bisa berjalan tanpa perlu digandeng atau merambat di tembok, berpegangan di kursi atau apapun yang dilihatnya..

Awalnya aku pancing dia dengan bermain menendang bola, karena benda satu ini adalah favoritnya sekaligus mainan pertama yang dengan 'lancar' dia panggil-panggil "habuyaa..habuyaaaa..buyaaaah"

Satu jam lebih aku dan suami bermain bola dengan dia, Jagad semangat sekali, menendang kesana kemari, kami seolah melupakan perasaan "berlari itu melelahkan", ya.. karena kami tidak pernah olahraga tentu saja berlari dalam kamar seluas 3x4 meter cukup membuat keringat bercucuran, tapi perasaan menyenangkan bisa menyaksikan anak kami berjalan dan setengah berlari bisa mengalahkan rasa lelah tersebut.

Sabtu, 09 April 2011

Jalan jalan ah...


Sekarang usia Jagad sudah 10 bulan lebih 4 hari dan sudah 1 minggu ini Jagad suka sekali tetah atau belajar jalan, aku belikan sepatu sandal biru kecil yang bisa berbunyi kalu dipakai berjalan. Wah.. kalau ada yang dia suka di depannya langsung ingin berlari menghampiri obyek tersebut kalau sudah merasa terhambat baru deh merangkak dengan sangat cepat, tak jarang kami yang menyaksikan dia merangkak bisa sedikit ketakutan, dia merangkak amat cepat hingga kami yang mengejar kadang juga dengan posisi merangkak sampai kewalahan....

Kamis, 20 Januari 2011

Terkilir..aduuuuh...


Dalam perjalanan pulang ke rumah, mama mertua menghubungiku mas Jagad di JIH tadi terkilir pas main-main, Donna dan Mas Ian langsung kesini ya..  Perasaan cemas, takut dan sedih mulai menghantuiku.

Di Rumah Sakit JIH,
Hasil rontgen Jagad sudah keluar, Alhamdulilah yang kami takutkan tidak terjadi, hasilnya baik. Kami pun meluncur pulang, sampai di rumah Jagad rewel sekali, mungkin nyeri di persendiannya. Mbak Puji, tukang pijat urat langganan keluarga langsung di hubungi, tak lama mbak Puji datang. Tak tega juga melihat Jagad menangis dan berteriak kesakitan ketika tangan terampil mbak Puji mulai memijat. 
Setelah dipijat, Jagad masih sesenggukan. Tapi wajah nya sudah segar kembali, sepertinya Jagad sudah merasa lebih baik. Mama mertuaku yang hampir saja membatalkan janji dengan kawan-kawannya untuk pergi ke Tulung Agung, melihat Jagad segar menjadi lega dan melanjutkan rencananya.
Mungkin karena kelelahan menangis, Jagad mulai mengantuk. Aku menemani Jagad tidur dengan sokongan bantal kecil di bagian kiri tubuh Jagad, aku masih khawatir nanti saat tertidur pulas Jagad akan menindih tangan kirinya yang belum pulih benar dari terkilir.

    *__*

Setiap pagi, ketika bangun tidur seolah menjadi kebiasaan Jagad pasti merambat naik untuk bermain dengan tali korden, tapi pagi tadi Jagad hanya tergolek malas di kasur. Tangan kiri yang semalam terkilir sepertinya sekarang pegal-pegal.  Sore tadi ketika aku pulang kerja, Mamaku memberi kabar gembira, mas Jagad udah mau merangkak dan bermain seperti biasanya lagi, Na.. Alhamdulillah..lega mendengarnya. Terus terang selama di kantor aku juga tidak bisa konsentrasi bekerja, Jagad-ku tidak seaktif biasanya.

Hikmah yang aku dapat dari pengalaman ini,  bila si kecil menangis terus-menerus ketika kita mendapati tangan atau kaki nya tergolek lemas , tandanya dia terkilir cukup parah karena merasa kesakitan. Terkilir parah terkadang juga membuat tulang lepas dari persendian. Jangan coba mengembalikan sendiri ke posisi semula, segera ke dokter dan usahakan bagian terkilir tidak bergerak. Kalau saran dari kedua mamaku, dipijat pelan-pelan jika terkilirnya ringan, usahakan ahlinya saja yang memijat ya..karena kalau tidak hati-hati dan berpengalaman betul justru akan memperparah keadaan.


Sabtu, 15 Januari 2011

Horee..!! Jagad sudah punya gigi!

Dua minggu lalu, aku sempat panik dengan suhu badan Jagad yang sore nya baik-baik saja, menginjak malam jadi tinggi.. ya, hampir mendekati 39 C. Ibu mana yang tidak was-was ketika memeluk anaknya kepalanya panas sekali, apalagi ini adalah pengalaman pertama.

Dua orang yang pertama aku hubungi, tentu saja mama dan mama mertuaku. Duh, kalau udah sampai titik "tidak tahu harus apa dan bagaimana", aku pasti menghubungi beliau.
Dikompres, sudah. Diberi pereda demam, juga sudah
Bahkan tubuh Jagad aku usahakan selalu berkeringat, iya..Jagad berkeringat, tapi suhunya tidak turun juga
Malam itu aku benar-benar tidak bisa tidur, banyak pikiran buruk menghantuiku, bahkan sempat menyalahkan diriku sendiri yang hanya memberikan sedikit waktu untuk menemani Jagad.

Pagi hari,
Aku dan mama mertuaku berangkat ke Rumah Sakit tempat Dokter anak langganan kami sedang praktek.
Diperiksa sana sini.. Dokter memberi surat pengantar ke Laboratorium, aduh...Jagad mau diapain ya..kok sampai harus ke Laboratorium pikirku sambil bergegas bersama mama ke Laboratorium.

Hasil Laboratorium keluar, 
Hasil tersebut mengharuskan Jagad mengkonsumsi antibiotik dan memakai salep. Sepulang dari Rumah Sakit, mama dan aku segera memberikan obat berwujud puyer itu ke Jagad, aduh.. tidak tega rasanya..dia rewel karena tidak nyaman dengan rasa sakit di badan dan (masih) harus minum obat.

Obat berhasil diminum dan salep juga sudah digunakan dengan segala daya upaya,
Jagad pun tertidur pulas. Alhamdulillah, sore hari suhu tubuh Jagad berangsur pulih, aku pun pulang ke rumah bersama Jagad, semula aku berniat menginap di rumah mama mertuaku, tapi mamaku ingin menemani cucunya di rumah..lagipula mama mertua juga pasti sangat lelah, menemaniku dari pagi hari.

Malam hari, Jagad sudah tidak panas
Senang sekali ketika malam sekitar jam 21.00, suhu tubuh Jagad normal. Tapi harus tetap waspada, Jagad selalu aku beri asupan air putih, susu dan bubur, itu masih dengan upaya paksaan, karena dia sedang radang tenggorakan juga pasti sakit untuk menelan. Ah tak apalah memaksa, daripada di infus, lebih tak tega lagi aku.

Pagi hari berikutnya,
Jagad sudah lebih segar, dia bangun sesuai jadwalnya sekitar kam 05.30, ini tandanya dia sudah sehat. setelah mandi dan sarapan, aku melihat putih-putih di gusi bawahnya, aku raba, kok kasar ya.. setelah aku perhatikan, hei itu adalah calon gigi Jagad.. masih setinggi 1 mm..mungkin kurang sedikit..

Apa mungkin Jagad kemarin demam karena mau tumbuh gigi ya? tapi pengalaman kemarin memberikan hikmah padaku agar tidak panik menghadapi anak yang sedang sakit,semakin aku panik justru tidak akan bisa membantu anakku tenang dan cepat sembuh kan?


Selasa, 04 Januari 2011

Mulai menu selain susu

Sudah hampir satu bulan ini Jagad menikmati aneka rasa minuman dan makanan , tidak hanya susu. Aku perkenalkan dia pertama kali dengan pisang, waw..melihat ekspresinya lucu sekali..........

Sekarang.
Menu variatif mulai diperkenalkan, hari Minggu adalah saat aku menjadi koki untuk Jagad, kemarin aku mendapat kursus singkat kreasi bubur bayi ala ibu ku. Untuk sebagian besar Bunda muda diluar sana, mungkin membuat bubur bayi adalah hal mudah, tapi bagi aku yang jarang sekali beradu akting dengan dapur, tentu memasak bubur untuk anakku menjadi hal luar biasa.
Yang pertama ditekankan oleh ibuku, semua peralatan untuk Jagad harus dicuci dengan air hangat. 
Sejenak beralih, aku jadi teringat dulu saat Jagad masih usia dibawah dua bulan, ibuku mewajibkan untuk merebus semua popok kain Jagad. Ya, merebusnya. 

Kembali ke dapur, 

Kami pun mempersiapkan aneka ragam peralatan, mulai dari sendok garpu mini, piring gelas mini sampai panci dan wajan mini (kalau wajan mini yang berdiameter 20 cm ini sih keinginan mama Jagad -obsesi membuat telur ceplok bulat sempurna-). Tibalah saatnya The Mama Jagad Show, bahan-bahan pun dipersiapkan

Bubur Kaldu Ceker Ayam
Bahan :
3 bh Ceker ayam, potong kukunya, cuci bersih
500 ml Air
4 sendok makan beras putih, cuci bersih
Setengah lembar daun salam, cuci bersih
5 lembar daun bayam oyot, cuci bersih

Cara membuat :
Siapkan panci dandang nasi untuk menanak
Masukkan 3 bh ceker ayam ke dalam 500 ml air, rebus hingga ceker mulai empuk dan volume air berkurang
Saring kaldu ceker ayam secukupnya ke dalam mangkuk stainless
Tuang 4 sendok makan beras dan setengah lembar daun salam ke dalam kaldu ceker ayam yang sudah disaring
Masukkan mangkuk stainless ke dalam dandang nasi
Ketika mendidih dan nasi menjadi lembek, masukkan bayam
Aduk hingga tercampur menjadi bubur dan lembut

Sajikan ke baby setelah bubur hangat

Kaldu ceker ayam bisa diganti daging sapi atau ayam, untuk menghemat waktu kita bisa membuat kaldu cukup banyak dan simpan dalam wadah rapat di dalam kulkas. Apabila baby mulai suka, menu bisa ditambahkan dengan hati ayam kampung (sedikit saja) atau parutan wortel (bagian tengah wortel jangan diikutkan, ya)

Biasanya, Jagad suka sekali dengan bubur kaldu ini, dengan cepat dia lahap. Untuk minumannya, sengaja aku tidak memberikan susu, tapi perasan air jeruk yang manis. Kalau diberi susu, khawatir Jagad kekenyangan. aku berikan susu sekitar sekitar 1,5 jam kemudian 

aku jadi tertarik mencoba menu lainnya nih..

Jumat, 24 Desember 2010

Jadwal Pagi

seolah menjadi rutinitas saja dan selalu dinantikan

05.30 AM
Jagad bangun, sementara Mama dan Ayah masih di alam mimpi sambil sesekali membuka mata dengan berat melihat jagoan mungilnya bermain sendirian

06.15 AM
Jagad menarik pelan rambut Mama, menepuk ringan pipi Ayah.. aksi membangunkan (dan sudah bosan bermain sendiri)

06.45 AM
Air panas sudah siap, harus mandi... kalau sedang mandi, kamar Jagad bagai habis terguyur hujan deras saja, polah nya di dalam ember biru yang sudah mulai sempit benar-benar membuat baju Mama basah kuyup.. tapi Jagad sangat suka mandi dengan air hangat, tanpa henti selalu tertawa kecil.. guyuran air dari ayah menjadi penutup ritual mandi pagi Jagad

07.15 AM
Sinar matahari masih hangat, saatnya berjemur sambil sarapan bubur, hap hap hap... menyenangkan melihat Jagad membuka mulut lebar-lebar melahap suapan dari sendok kecilnya, wah.. kadang dua sendok bubur juga masih harus ditambah sekeping biskuit.

07.45 AM
Jagad kembali bermain sendirian di kasur sementara Mama dan Ayah bersiap ke kantor, 15 menit waktu Ayah dan Mama untuk menyelesaikan semuanya sebelum Jagad kembali teringat "mengapa aku hanya bermain sendirian??" kemudian menangis

08.15 AM
Saatnya bermain dengan Ninin atau Uti.... 

sampai jumpa sore nanti Mama dan Ayah..

8 jam berlalu Mama dan Ayah di kantor, Jagad di rumah :(

Selasa, 21 Desember 2010

Belanja yuk...


Harus diakui, keberadaan salah satu toko Wijaya hampir di tiap sudut kota mampu membuatku kecanduan mengunjunginya. Kemarin-kemarin aku masih malas kalau harus berbelanja ke tengah kota hanya untuk membeli popok kain warna warni, sekarang? toko itu seolah berjalan mendekatiku. dia ada di belakang kantorku, ada di setiap ruas jalan yang kulalui. sungguh ekspansi yang menyenangkan sebenarnya, jika aku adalah pemilik toko tersebut karena bisa mendekat ke pelanggan.

Bahkan di salah satu ruas jalan, toko itu membuka dua cabang sekaligus yang nyaris bersebelahan persis seperti Indomart dan Alfamart, bedanya ini tidak bersaing.

Cabang yang satu memiliki atmosfir toko yang ekslusif lengkap dengan desain interior bersih dan lucu, semua tertata rapi dan memang terpilih untuk dipajang sedangkan cabang lainnya biasa saja, khas toko grosiran. tempatnya pun tak seluas teman sebelahnya, barang menumpuk disana sini, silahkan mengambil di rak yang isinya berjejalan. hei, tapi aku lebih suka berbelanja di cabang tak rapi (begitu julukanku untuk cabang ini), karena pilihannya lebih beragam.

Entah sudah berapa lusin handuk kecil aneka warna yang aku beli, berapa potong kaus mungil tanpa lengan yang aku pilih, kaos kaki kecil bermacam-macam warna yang aku bawa pulang.

Bahkan suatu hari, pramuniaga yang selalu membantuku berkata 'wah.. setiap kesini kok ibu beli nya handuk dan kaus dalam terus..coba dipilih sepatu mungilnya, model-model baru loh bu..' ya. bisa diduga, aku pun membeli sepatu kecil...

Suami ku pernah bilang 'sepertinya Jagad gak suka pakai kaos kaki dan sepatu, kenapa mama beliin terus kaos kaki' jawabanku agak maksa 'biar rapi aja'

suamiku pasti langsung tertawa 'kalau sekecil Jagad, buat apa rapi-rapi..toh dia taunya juga cuma bersenang-senang,ma..'

iya juga ya.

ah.. tapi selalu menyenangkan berada di toko perlengkapan bayi