Selasa, 21 Desember 2010

Belanja yuk...


Harus diakui, keberadaan salah satu toko Wijaya hampir di tiap sudut kota mampu membuatku kecanduan mengunjunginya. Kemarin-kemarin aku masih malas kalau harus berbelanja ke tengah kota hanya untuk membeli popok kain warna warni, sekarang? toko itu seolah berjalan mendekatiku. dia ada di belakang kantorku, ada di setiap ruas jalan yang kulalui. sungguh ekspansi yang menyenangkan sebenarnya, jika aku adalah pemilik toko tersebut karena bisa mendekat ke pelanggan.

Bahkan di salah satu ruas jalan, toko itu membuka dua cabang sekaligus yang nyaris bersebelahan persis seperti Indomart dan Alfamart, bedanya ini tidak bersaing.

Cabang yang satu memiliki atmosfir toko yang ekslusif lengkap dengan desain interior bersih dan lucu, semua tertata rapi dan memang terpilih untuk dipajang sedangkan cabang lainnya biasa saja, khas toko grosiran. tempatnya pun tak seluas teman sebelahnya, barang menumpuk disana sini, silahkan mengambil di rak yang isinya berjejalan. hei, tapi aku lebih suka berbelanja di cabang tak rapi (begitu julukanku untuk cabang ini), karena pilihannya lebih beragam.

Entah sudah berapa lusin handuk kecil aneka warna yang aku beli, berapa potong kaus mungil tanpa lengan yang aku pilih, kaos kaki kecil bermacam-macam warna yang aku bawa pulang.

Bahkan suatu hari, pramuniaga yang selalu membantuku berkata 'wah.. setiap kesini kok ibu beli nya handuk dan kaus dalam terus..coba dipilih sepatu mungilnya, model-model baru loh bu..' ya. bisa diduga, aku pun membeli sepatu kecil...

Suami ku pernah bilang 'sepertinya Jagad gak suka pakai kaos kaki dan sepatu, kenapa mama beliin terus kaos kaki' jawabanku agak maksa 'biar rapi aja'

suamiku pasti langsung tertawa 'kalau sekecil Jagad, buat apa rapi-rapi..toh dia taunya juga cuma bersenang-senang,ma..'

iya juga ya.

ah.. tapi selalu menyenangkan berada di toko perlengkapan bayi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar